Minggu, 30 Juni 2013

Perbatasan Kabupaten Subang dan Indramayu

TUGU perbatasan antara Kecamatan Subang - Indramayu






PAGI itu aku bangun kesiangan. Agenda bangun pukul 06:00 gagal total. Walaupun bangun kesiangan agenda pokok tidak boleh batal apalagi gagal. Ya, aku dan kedua temanku hari ini, Kamis (29/6/2013) akan mekaukan perjalan menuju Pantura, tepatnya kami akan menuju kampung Truntung desa patimban Kecamatan Pusakanagara, Subang Jawa Barat.

Sekita pukul 06:30 aku baru beres mandi, setelah makan pagi. Kami bertiga berangkat menggunakan sebuah kendaraan roda empat. Aku duduk dibangku belakang, kedua temanku didepan. Satu orang jadi Ajudan dan satu lagi jadi Supir. (bercanda)

Perjalan menuju Kecamatan Patimban tidak begitu jauh, hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam kami sudah bisa menikmati Pantai Kelapaan Patimban yang kondisinya kumuh dan airnya sangat keruh, seperti tak terawat. kami hanya sebentar singgah di Pantai Kelapaan Patimban, karena kami lebih tertarik menelusuri daerah perbatasan atau daerah paling ujung Kabupaten Subang.

Tepatnya di kampung Truntung desa Patimban Kecamatan Pusakanagara, Subang Jawa Barat kami menemukan sebuah muara Sungai. orang disana menyebutnya kali Sewo. kali Sewo adalah sebuah sungai yang bermuara di kawasan laut Patiban, Lebar kali sewo sekitar 10 meter.

WARGA menggunakan perahu untuk menyebrangi kali Sewo
Warga desa Patimban yang ingin ke Indramayu atau sebaliknya. harus menggunakan perahu nelayan untuk melintasi kali Sewo. Karena di wilayah tersebut belum dibuat jembatan.

Aku dan kedua temanku mencoba untuk ke Indramayu menggunakan jasa perahu nelayn itu. dengan tarif Rp. 1.000,- sekali jalan kami bisa sampai di Indramayu. Sesampainya di Indramayu kami langsung tiba di desa Tanjung Pura Kecamatan karang ampel, Indramayu Jawa Barat.

Di desa Tanjung Pura, kami menyewa kapal milik nelayan seharga Rp150 ribu, untuk menyusuri Pantai Indramayu-Patimban sampai ke tempat wisata pantai Cirewang, yang terletak di desa pangarengan Kecamatan Legon Kulom, Subang. Jawa Barat.

DI sekitar pantai Cirewang
Setelah tiba di Cirewang kami sempat menjaring ikan, dan nasib baik kurang berpihak kepada kita. karena kata nelayan yang membawa kami, saat ini lagi sulit dapat ikan, karena cuaca ditengah laut lagi kurang bagus. Ombak sesekali membasahi tubuh kami karena begitu besarnya. Akupun mulai nggak enak perasaan karena perahu bergoyang-goyang tak karuan. Sempat mabuk laut dan takut digigit ikan aneh yang disebut ikan "mimi" oleh nelayan sekaitar, perjalanan kami berakhir tanpa terasa.

Hari sudah siang, mentari serasa diatas kepala. Sekarang saatnya kami pulang ke Subang. Sekian
 
 
Copyright © W A R L A N
Blogger Theme by BloggerThemes